Pusat Pencarian Video



Judul:Bogor Culture Festival 2012 Seba Kuwerabakti
Durasi:00:11:46
Dilihat:1,017x
Diterbitkan:18 Februari 2013
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

Dalam rangka Hari Jadi Kota Bogor ke 530, Masyarakat Cinta Bogor (MCB) didukung olehberbagai elemen masyarakat Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan Pawai Budaya dan penampilan cuplikan sejarah Seba Kuwerabakti. Kegiatan ini Pawai Budaya atau dikenal dengan Carnaval Bogor ini dibuka oleh Gubernur Jawa Barat dan diikuti oleh lebih dari 3.500 peserta dari berbagai organisasi masyarakat,seperti: Sanggar-sanggar seni yang ada di Kota Bogor, Komunitas Papua, Komunitas Tionghoa, Zeni AD, Polres Bogor Kota, Kodim 061/Surya Kencana, IPPSI, AMS, dikawal oleh lebih dari 1.600 Bikers, PMI Kota Bogor, PKK Kota Bogor, Dinas Pariwisata, DLLAJ, Satpol PP, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dan banyak lagi. Carnaval Bogor disaksikan lebih dari 200.000 masyarakat Kota Bogor dan wisatawan mancanegara.

Ide ini digagas oleh H. Bagus Karyanegara dan Ki Adenan Taufik dengan dukungan dari 20 Organisasi Masyarakat di Kota Bogor.

Menurut H. Bagus Karyanegara (Ketua Umum dan pendiri Masyarakat Cinta Bogor) bahwa cuplikan pementasan Seba Kuwerabakti ini tidak saja sekedar untuk memeriahkan perayaan Hari Jadi Bogor ke 530, kegiatan ini menurut beliau sebagai informasi sejarah bagi para generasi muda dan pelajar, disini terdapat sebuah pembelajaran tentang kebijakan pemerintahan di jaman kejayaan Kerajaan Galuh Pajajaran yang dapat dijadikan sebagai referensi penting bagi kader-kader pemimpin bangsa tentang kepemimpinan. Lanjut beliau, Seba Kuwerabakti ini tentu saja dapat menjadi sebuah agenda wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara dan dapat menarik devisa bagi Kota Bogor.

Pengertian Seba Kuwerabakti menurut Ki Adenan Taufik (sebagai sutradara, kreografer dan juga salah satu Penasehat MCB), merupakan salah satu kebijakan Prabu Siliwangi sebagai media komunikasi antara sang Maharaja (Prabu Siliwangi) dengan para Raja-raja Mandala (Raja-raja Daerah yang berjumlah lebih dari 40 kerajaan daerah). Pertama kali Seba Kuwerabakti diselenggarakan pada saat penobatan Prabu Siliwangi sebagai Raja Pajajaran di Pakuan (ibukota Kerjaaan Pajajaran) pada tanggal 3 Juni 1482 M.

Para Raja Mandala mengunjungi Pakuan (ibukota Kerajaan Pajajaran) dengan bawaan sisa hasil bumi yang dikemas dalam dondang, Pare sepuluh pikul, Kapas Timbang dan Anjing Pemburu (dahulu kala, anjing pemburu merupakan hewan untuk digunakan berburu raja-raja dan bangsawan). Anggap saja barang bawaan atau persembahan ini sebagai Upeti kepada sang Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi).

Menariknya, upeti ini yang dibawa oleh para raja Mandala berbeda dengan upeti yang dibawa oleh negara jajahan kepada penguasa di tempat lain yang biasanya dipersembahkan dalam bentuk emas dan permata.

Disini kita dapat memahami bahwa upeti yang diberikan kepada Prabu Siliwangi oleh para Raja Mandala menunjukkan gambaran sebuah kebijakan pemerintahan Prabu Siliwangi sebagai sesuatu yang positif untuk menunjukkan visi kepemimpinan Prabu Siliwangi yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat dan berkeadilan.

Menurut Taufik Hassunna (Ketua Harian MCB dan juga seorang Pemerhati Sejarah Bogor) bahwa Seba Kuwerabakti yang diselenggarakan pada Hari Jadi Bogor berkaitan dengan penetapan Hari Jadi Kota Bogor. Seba Kuwerabakti yang pertama dilaksanakan pada tahun 1482 M (530 tahun yang lalu) yang merupakan tahun penobatan Prabu Siliwangi yang dinobatkan sebagai Raja Pajajaran yang sebelumnya beliau juga telah dinobatkan sebagai Raja di Kerajaan Galuh (Ciamis) sehingga penyatuan dua kerajaan ini dikenal sebagai Kerajaan Pakuan Pajajaran atau Galuh Pajajaran. Penetapan tanggal 3 Juni sebagai Hari Jadi Bogor diambil dari peristiwa penobatan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) sebagai Raja Pajajaran dan juga sebagai Maharaja bagi dua kerajaan Besar yaitu Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda.

BAGIKAN KE TEMAN ANDA


this video can not be downloaded
loading...