Pusat Pencarian Video



Judul:DUALANG - Proses Pembuatan Ogoh-Ogoh GATOTKACA KALAJAYA 2018
Durasi:00:05:31
Dilihat:2,176x
Diterbitkan:06 Maret 2018
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

SINOPSIS

Perang Bharatayudha adalah perang saudara yang terjadi di Kurushetra antara Pandawa dan Korawa yang merupakan klimaks dari kisah Mahabratha. Kisah perselisihan perebutan tahta untuk menguasai Kerajaan Hastinapura antara Pandawa dan Korawa. Pihak Korawa yang selalu berusaha menyingkirkan para Pandawa untuk merebut tahta kerajaan, salah satunya melalui siasat
permainan dadu dan Pandawa mengalami kekalahan dari Korawa, sehingga Pandawa menjalani hukuman pengasingan di Hutan Kamiyaka.

Saat masa pengasingan tersebut, Bima memiliki suatu hubungan dengan raksasa bernama Hidimbi (adik dari Hidimba yang dibunuh oleh Bima) yang mempunyai anak bernama Gatotkaca. Gatotkaca memiliki kesaktian dari lahir dimana tali pusarnya tidak bisa dipotong menggunakan senjata apapun. Dengan bantuan Arjuna, tali pusarnya dapat dipotong menggunakan bagian dari senjata “Kunta Wijayadanu” yang sebelumnya diberikan khusus oleh Bhatara Narada yang dibagi kepemilikannya, yakni; “warangka” kepada Arjuna sedangkan anak panahnya diberikan kepada Adipati Karna. Dengan warangka tersebut, Arjuna akhirnya dapat momotong tali pusar Gatotkaca sehingga masuk terserap kedalam tubuh Gatotkaca yang membuatnya sakti tak terkalahkan.

Perselisihan tak henti-hentinya hingga perang pun terjadi antara Pandawa dan Korawa yang mengakibatkan kubu Korawa kehilangan Bhisma dan Drona sebagai panglima perangnya. Korawa pun menjadikan Adipati Karna sebagai panglima perang. Kekalahan pun terus dialami kubu Korawa. Akhirnya, Putra Mahkota Duryudhana disiasati pamannya Sekuni untuk menyerang Pandawa di malam hari walaupun itu menyalahi aturan perang. Mengetahui rencana tersebut, Pandawa melalui Shri Kresna memerintahkan Bima untuk meminta Gatotkaca membantu di dalam perang. Keganasan Gatotkaca menghadapi Korawa membuat Karna gentar akan kekuatannya yang tak bisa dilukai senjata apapun. Kehabisan akal, kubu Korawa melalui Duryudhana membujuk Karna menggunakan anak panah Kunta Wijayadanu walaupun senjata tersebut dipersiapkan khusus untuk membunuh Arjuna. Karena terdesak, akhirnya Karna menggunakan senjata tersebut untuk menghentikan Gatotkaca yang sedang mengamuk. Anak panah tersebut berhasil menancap tepat di pusar Gatotkaca dimana Warangka Kunta Wijayadanu itu menyatu dalam tubuh Gatotkaca. Gatotkaca akhirnya gugur dalam peperangan ini yang menyisakan kesedihan Para Pandawa.

Gugurnya Gatotkaca sesungguhnya merupakan jasa (Sraya) terbesarnya kepada Arjuna, Karena Senjata Kunta Wijayadanu milik Adipati Karna tersebut hanya akan digunakan untuk membunuh Arjuna. Peristiwa ini diistilahkan dengan KALAJAYA. Kalajaya terdiri dari dua kata dalam bahasa sansekerta yaitu “kala” yang berarti waktu dan “jaya” yang berarti unggul atau kemenangan. Jadi Kalajaya dapat diartikan perputaran waktu yang dapat menimbulkan pergantian jaman sehingga menentukan suatu kejadian yang terus bergulir terhadap baik dan buruknya suatu kehidupan.

Dalam perang Bharatayudha dikisahkan Gatotkaca gugur dengan sangat menyedihkan dimana saat itu pihak Korawa berkhianat yaitu melanggar aturan yang telah disepakati untuk mencapai sesuatu kekuasaan. Sifat inilah yang menggeluti Korawa yang merupakan musuh besar dalam diri manusia yang dikenal dengan Sad Ripu yang tak jauh berbeda dengan sifat Bhutakala. Semua peristiwa yang terjadi pada kisah di atas adalah waktu yang menjadi penentu karena waktu berada di atas segalanya, kematian Gatotkaca pun diatur oleh waktu. Seiring berjalannya waktu, Pandawa berhasil meraih kemenangan atas Korawa sehingga dharma pun dapat ditegakkan kembali karena dalam setiap peristiwa apapun, dharma akan selalu bisa ditegakkan.

Dari kisah di atas, dapat kita petik sebuah makna kehidupan dimana kita harus dapat mengendalikan Sad Ripu pada diri kita. Karena kehidupan kita juga diatur oleh waktu dan diiringi oleh karma kita sendiri, tidak tahu kapan hasil dari karma yang kita perbuat akan kita peroleh, baik itu karma baik maupun sebaliknya.

ST. Yowana Mekar, Banjar Dualang, Peguyangan Kaja, Denpasar

-STYM1940-

BAGIKAN KE TEMAN ANDA


this video can not be downloaded
loading...